Tuhan, engkau mengenalku lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri. Usiaku terus bertambah dan suatu hari nanti aku akan menjadi tua.
Jaga aku agar tidak menjadi cerewet dan terutama dari kebiasaan fatal yang berpikir bahwa aku harus mengatakan sesuatu untuk setiap hal dan di setiap kesempatan.
Lepaskan aku dari keinginan untuk mencoba meluruskan masalah setiap orang.
Babaskan pikiranku untuk tidak lagi mengulang detail-detail yang tak ada habisnya, beri aku sayap untuk langsung menuju pokok permasalahan.
Aku meminta karunia yang cukup agar aku mampu mendengarkan kisah rasa sakit orang lain. Tolonglah aku untuk menjalaninya dengan penuh kesabaran.
Namun, cegah mulutku untuk membicarakan rasa sakitku sendiri. Rasa sakit itu semakin bertambah dan kesukaanku mengulang-ulangnya menjadi semakin manis seiring berjalannya waktu.
Aku tidak berani meminta agar daya ingatku meningkat, tetapi aku memohon bertambahnya kerendahan hati dan berkurangnya sifat keras kepala saat ingatanku tampak berbenturan dengan ingatan orang lain.
Ajari aku pelajaran yang berharga bahwa kadangkala aku melakukan kesalahan.
Buatlah aku penuh perhatian, tetapi tidak tergantung perasaan. Suka membantu, tetapi tidak suka memerintah.
Dengan persediaan kebijaksanaanku yang berlimpah, tampaknya sayang untuk tidak menggunakannya. Tetapi Engkau tahu, Tuhan, aku ingin tetap memiliki sejumlah teman sampai akhir hidupku.
Beri aku kemampuan untuk tidak melihat hal-hal baik ditempat-tempat tidak terduga dan talenta dalam diri orang-orang yang tak terduga. Dan beri aku, Tuhan, karunia untuk memberitahukan itu kepada mereka.
Kamis, 05 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)